Connect with us

Legislator Ini Dituduh Curi Handuk di Hotel Myko Makassar

Anggota DPRD Sulawesi Tenggara Tumaruddin

Daerah

Legislator Ini Dituduh Curi Handuk di Hotel Myko Makassar

POLITIKINI.ID – Anggota DPRD Sultra Tumaruddin akhirnya menumpahkan kekesalannya terhadap manajemen Hotel Myko Makassar lantaran dirinya dituduh mencuri handuk tangan sebanyak dua lembar saat hendak cek out di hotel yang berdampingan dengan Mal Panakkukang ini.

Anggota fraksi PKS DPRD Sultra ini membeberkan kesesalannya itu di akun Facebook miliknya pada Sabtu (6/5/2017).

Dalam postingannya itu dia menyebut telah menginap di hotel Myko selama tiga malam. Saat hendak cek out dia kaget karena harus melunasi biaya dua handuk tangan yang dinyatakan hilang di dalam kamarnya. Harga handuk itu Rp 130 ribu per lembar, jadi harus membayar Rp 260. Tapi Tamaruddin memberinya Rp 303 ribu.

“Sengaja sy kasih lbh supaya dia bisa beli banyak handuk tangan lg dgn tdk menuduh kita tamu kamar yg mengambilnya.” tulisnya di akun facebooknya, bernama Tumaruddin.

Menurutnya, hampir setiap dua pekan sekali dirinya menginap di hotel, rasanya terlalu hina jika harus mengambil handuk tangan milik hotel. “Sy sdh bukakan semua travel bag saya tp pihak manajemen ttp tdk percaya.”

Dia juga menyidir managemen hotel. Menurutnya dengan menjual handuk dengan cara modus seperti itu pastinya tidak cepat balik modal hotel yang tergolong baru hadir di Makassar ini.

“Tidak yakin dengan akan menjual handuk tangan utk cepat balik modal, tp yg membuat sy tidak terima adalah handuk tangan itu hilang di kamar yg saya tempati.” tulisnya lagi.

Tidak sampai disitu, kejadian yang tidak mengenakkan didapat Tamaruddin saat hendak menjemput di hotel itu. Dia diharuskan membayar lagi padahal dia tidak memarkir di area lahan parkir hotel.

“Kejadian kedua dia (pihak hotel Myko) sengaja menutup pintu masuk hotel akses dari Jl adhyaksa dan lgs dikenakan 13 ribu utk satu kali masuk, padahal mobil hanya menjemput dan tdk parkir.” tulis mantan caleg DPRD Maksasar.

Dia berharap manajemen Hotel Myko secepatnya bisa sadar bahwa persaingan hotel semakin ketat dan dengan layanan seperti itu bisa merusak reputasi mereka.

Tamaruddin kemudian men-screenshot akun facebook bernama Myko Hotel & Convention Center yang menjawab kesesalannya.

“Yth Bapak Tumaruddin, sebelumnya kami ucapkan terima kasih karena telah kembali menginap di MYKO Hotel & Convention Center. Untuk masalah handuk yang hilang di kamar, kami rasa itu adalah kebijakan dari semua hotel untuk mengenakan charge pada tamu apa bila ada barang milik hotel yang hilang di kamar (termasuk handuk tangan). Untuk masalah parkir, kami sudah konfirmasi dan tidak ada biaya yang dikenakan pada tamu (masih Rp 0,-). Namun bilamana ada kesalahan dari pihak parkir kami, Bapak bisa berikan bukti kepada kami dan akan segera kami tindak lanjuti. Salam hormat dari kami, manajemen MYKO Hotel & Convention Center.” tulis pihak hotel yang hendak menjawab komplain legistor itu.

Curhatan yang viral di facebook ini justru Myko yang mendapat cibiran. Postingan yang diakses sekitar pukul 20.25 ini sudah banyak dikomentari dan pemberian reaksi.

“Cara menjawab complainnya jg tdk menenangkan hati customer. Masih perlu belajar ini manajemennya. Mereka tdk sadar, yg mereka jual adalah layanan/jasa. Dan jg tdk sadar, tamu yg dijamu itu siapa. Dan efeknya akan seperti apa klo tamunya tdk kembali. Harga handuk kecil 2 lembar mereka pikir lebih berharga dibandingkan jika tamunya kembali menginap dan mengajak teman2 lainnya untuk nginap dihotelnya. Beg* !” tulis Irma Aryani yang ikut numbrung di kolom komentar postingan Tumaruddin.

“Kasian juga ya yg punya hotel itu mencari tambahan dgn tdk benar muda-2 han hanya oknum sj bukan perintah tuanya.” tulis Afrul Salim.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

More in Daerah

To Top